Dicegat OTK Minta “Uang Rokok”, Pria di Padangsidimpuan Ditusuk di Perut

 

PADANGSIDEMPUAN | Kasus dugaan penganiayaan berat mengguncang wilayah Simpang Simarsayang, Kelurahan Bonan Dolok, Kecamatan Padangsidimpuan Utara, Kota Padangsidimpuan. Seorang pria bernama Tesen Simarmata menjadi korban penusukan oleh orang tidak dikenal (OTK), Jumat (9/1/2026) malam sekitar pukul 23.00 WIB.

 

Korban mengalami luka robek serius disertai pendarahan hebat di bagian perut akibat diduga ditusuk menggunakan senjata tajam oleh pelaku yang hingga kini masih buron.

 

Peristiwa nahas tersebut dilaporkan ke Polres Padangsidimpuan oleh Saripuddin Siregar, yang saat kejadian berada bersama korban dan seorang saksi lainnya, Herman Pebriandi Sinaga.

 

Kasat Reskrim Polres Padangsidimpuan, AKP Hasiholan Naibaho, dalam keterangan resminya, Sabtu (10/1/2026), menjelaskan bahwa sebelum kejadian, pelapor bersama korban dan saksi berangkat dari Sipirok menuju Kota Padangsidimpuan menggunakan mobil minibus pribadi bernomor polisi BK 1423 OB.

 

“Setibanya di kawasan Simpang Simarsayang, kendaraan mereka tiba-tiba dicegat oleh dua orang tak dikenal yang mengendarai sepeda motor,” ujar AKP Hasiholan.

 

Saripuddin dan korban kemudian turun dari mobil untuk menemui kedua OTK tersebut. Di lokasi, para pelaku meminta uang rokok dengan dalih agar kendaraan korban diperbolehkan melintas dan naik ke Bukit Simarsayang.

 

Namun, permintaan itu ditolak. Penolakan tersebut memicu adu mulut yang berujung pada aksi kekerasan.

 

“Salah satu dari dua orang tak dikenal itu diduga langsung menusuk perut korban dengan alat yang belum diketahui jenisnya,” terang Kasat.

 

Akibat penusukan tersebut, korban langsung terkapar dengan luka robek dan pendarahan hebat. Melihat kondisi korban, Saripuddin berusaha melerai, namun kedua pelaku justru melarikan diri meninggalkan lokasi kejadian.

 

Korban kemudian segera dilarikan ke RS Inanta Padangsidimpuan untuk mendapatkan perawatan medis intensif.

 

Merasa keberatan atas kejadian tersebut, Saripuddin akhirnya melaporkan kasus ini ke Polres Padangsidimpuan agar diproses sesuai hukum yang berlaku.

 

Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan intensif guna mengungkap identitas dan keberadaan para pelaku.

 

“Kami sudah memeriksa pelapor dan saksi-saksi. Seluruh keterangan sedang kami dalami untuk mengungkap peristiwa ini secara terang benderang,” tegas AKP Hasiholan.

 

Ia juga memberikan ultimatum keras kepada para pelaku agar segera menyerahkan diri.

 

“Cepat atau lambat, kami pasti akan menemukan mereka,” ujarnya dengan nada tegas.

 

Menurutnya, kasus ini menjadi perhatian serius kepolisian karena telah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Pihaknya menegaskan komitmen penuh untuk menindak tegas segala bentuk pemerasan dan pungutan liar (pungli) di wilayah hukum Polres Padangsidimpuan.

 

“Tidak ada tempat bagi pelaku pungli dan pemerasan di Kota Padangsidimpuan. Kami akan tindak tegas sesuai hukum yang berlaku,” tandasnya.

 

Selain itu, AKP Hasiholan juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada, terutama saat melintas di kawasan yang relatif sepi seperti Simarsayang.

 

“Jika menemukan aktivitas mencurigakan, segera laporkan ke polisi atau aparat terdekat. Peran serta masyarakat sangat penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban,” pungkasnya.(red)